Media sosial adalah sarana komunikasi dan pemasaran di mana orang dapat berbagi pemikiran, ide, dan pengalaman mereka dengan orang lain. Ini adalah bentuk media elektronik yang memungkinkan orang membuat konten dan membagikannya kepada publik.
Keterampilan dalam membuat konten tentunya diperlukan di era digital seperti sekarang ini. Sehingga editing video sangat dibutuhkan di era sekarang ini.Ada beberapa tools yang digunakan dalam proses editing. Beberapa contoh tools editing video yang dapat dipilih seperti Adobe Premiere Pro, Capcut, Filmora, Final Cut Pro, DaVinci Resolve, Movie Maker, Sony Vegas, VideoPad, dan lain sebagainya.
Namun untuk kali ini kita akan membahas dua tools yang marak digunakan saat ini yaitu Adobe Premiere Pro dan Capcut. Kira- kira apa saja kelebihan dan kekurangan masing-masing?
Pengenalan Adobe Premiere Pro
Adobe Premiere Pro merupakan salah satu tools dalam mengedit video yang banyak digunakan oleh editor — editor profesional maupun industry film. Software ini cocok digunakan untuk eksperimen dan memperluas kreatifitas. Hal ini dikarenakan software tersebut telah memfasilitasi dengan berbagai fitur, efek, tools, dan UI Interface yang mudah dipahami dengan tata letak yang efektif dan efisien. Pengembangan software ini juga telah tergabung di dalam Adobe Creative Cloud sehingga dapat memudahkan mentransfer asset antar software Adobe lainnya.
Kelebihan :
- Fitur Adobe Creative Cloud yang memudahkan koneksivitas antar software Adobe.
- Workspace yang user friendly dan rapi.
- Memiliki beberapa preset bawaan yang cukup membantu proses editing.
- Memiliki tingkat akurasi yang tinggi.
- Terdapat berbagai menu pilihan format export.
- Biasa dikombinasikan dengan animasi melalui Adobe After Effect.
- Dapat melalukan capture secara langsung dengan device yang terkoneksi.
Kekurangan :
- Harga beli yang relatif mahal.
- Perlu menambah preset yang tidak tersedia secara manual.
- Memerlukan spesifikasi device yang memadai.
- Tidak memiliki full screen preview.
Pengenalan Capcut
Capcut merupakan sebuah aplikasi yang mulai banyak dikenali saat ini. Hal ini dikarenakan Capcut memiliki fleksibilitas dalam pengaksesan sebab terdapat versi untuk PC dan Android. Aplikasi ini dikembangkan oleh Bytendance Pte. Ltd. dan sebelumnya bernama Viamaker.
Kelebihan :
- Memiliki fitur full preview.
- User Interface yang sangat mudah dipahami pemula maupun profesional.
- Memiliki preset untuk effect , animation, dan filter yang sangat beragam.
- Memiliki template video dan audio stock yang sangat memadai untuk membantu editing
Kekurangan :
- Terdapat beberapa fitur yang perlu berlangganan.
- Format export file yang masih terbatas.
- Pilihan bahasa di fitur auto caption yang terbatas.
- Harus memiliki ketelitian dalam penyimpanan file dan import asset.
- Kurangnya akurasi.
Dari berbagai pertimbangan tadi kalau saya sendiri lebih prefer menggunakan Premiere Pro. Dikarenakan banyaknya tools dan fitur yang dapat kita explore untuk merapikan atau mewujudkan kualitas editing yang kita harapkan. Namun tidak menutup kemungkinan juga terkadang saya menggunakan Capcut untuk beberapa kasus tertentu. Apa saja sih contoh kasus tersebut? Semisal kita berpergian jauh dan tidak membawa laptop tentu kita dapat memaksimalkan penggunaan Capcut untuk editing. Dapat dikatakan bahwa Capcut ini versi Premiere Pro yang lebih lite akan tetapi tidak selengkap Premiere untuk fitur-fiturnya. Lalu bagaimana bila device kita sebagai pemula tidak memadai dan budget kita terbatas? Saran saya, teman-teman dapat menggunakan Capcut sebagai tools dasar kekinian yang sudah lengkap dengan beberapa animasi bawaan dan filter-filter dalam membantu proses editing.
Posting Komentar